Jumat, 04 Januari 2013

Sanggar Seulaweut Pentaskan Seni Daerah Aceh

http://acehcorner.com/wp-content/uploads/2012/05/Z4C7674-300x200.jpg


Banda Aceh – Peringati hari seni se-dunia, sanggar seni Seulaweut hibur warga Banda Aceh, di Lapangan Tugu, Darussalam pada Sabtu 28 April 2012.
Acara yang dirangkai dengan Piasan Aneuk Meuseni Tapuga Nanggroe Budaya Droe Beu Ta Cinta ini, telah dipersiapkan selama dua minggu terakhir.
“Piasan ini juga di rangkai dengan pelantikan pengurus sanggar seulaweut baru, tadi pagi, sekaligus memperingati hari seni se-dunia, yang jatuh pada tanggal 29 hari minggu besok,” terang Ketua Panitia, Adli pada wartawan.
Ia juga mengatakan acara ini sengaja dikemas dalam bentuk hiburan rakyat. Pada pentas seni tersebut, ikut ditampilkan Tari Saman Gayo, Rapa-i Geleng, Liqok Pulo, Tarian Meusare-Sare, Ratoh Jaroe dan Rebab. Selain itu, katanya, juga menampilkan seni tradisi lainnya seperti pantonim dengan tema perdamaian, teaterikal puisi serta seni kreasi baru lainnya.
“Di samping kami mempertahankan seni tradisi, kami juga akan mengembangkan seni kreasi baru, yang akan ditampilkan seperti tarian Ratoh Jaroe dan Rebab,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Sanggar Seni Seulaweut, Muksalmina mengatakan pentas seni tersebut juga didukung sejumlah sanggar lainnya, seperti Sanggar Rumah Yatim, TDC of Tanah Rencong, Saleum Group, Raket Band, Tangke Band dan Joel Pasee.
“Sanggar Seulaweuet, selain memfokuskan pada pengembangan seni tradisi Aceh, kami juga terus berupaya mempromosi budaya melalui cara-cara yang mudah diterima masyarakat, seperti pertunjukan seni tradisi,” tambahnya.
Menarik
Salah seorang warga Banda Aceh, Amel dari Darussalam mengatakan acara yang digelar tersebut sangat menarik. “Selain menghibur juga banyak menampilkan kesenian Aceh,” jelas mahasiswi Psikologi Unsyiah ini.
Hal senada juga dikatakan Rasyidin, warga Punge Ujong, Banda Aceh. “Selama ini, kesenian Aceh sangat jarang di pentaskan secara terbuka di depan khalayak ramai. Dengan diadakan even ini, saya berharap kita semua mau mencintai kesenian Aceh,” harapnya. ( T. Hendra keumala ]

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda