Senin, 07 Oktober 2013

"Jangan coba karup"


"Jangan memberi sumbangan kepada orang korup" mungkin jika kita tambahkan sedikit biar lebih afzal untuk membahas penyakit yang satu ini. mengapa dikatakan penyakit, karena efek dari kebiasana berdandan prilaku korup dapat melebihi candu rokok.

yang tidak hanya memberi mudharat kepada si pecandu melaikan juga kepada orang lain,  mengapa demikian, karena, Tidak ada sedekah dengan uang hasil dari rasuah, karena yang demikian adalah wujut lain dari merampas hak-hak orang lain, perompak uang rakyat, 

Orang yang memberi rasuah disebut "rasyi", sedangkan yang menerimanya disebut "murtasyi", sementara perantaraan di anatara mereke berdua disebut "raisy".

Ada banyak embel-embel yang dipakai untuk membernarkan praktik rasuah dalam kehidupan sehari-hari, yang banyak dikaitkan seperti " uang kopi" " Uang rokok" " Pelicin" dll

Sudah saatnya membuat perubahan, ciptakan sejarah baru demi kebersihan negeri ini.