Kamis, 31 Mei 2012

Jauh Dibalik duga



sumber Foto diambil dari www. gogle.com



Kabut putih menyelimuti hamparan hijau tanaman padi dipagi itu, daun-daun runcing tipis bergerak kesana kemari mengikuti perintah angin, menumpahkan sisa-sisa bening embun yang hinggap semalaman.

Mengalir tumpah ruwah di sela-sela  batang padi, bercampur dengan jutaan liter air yang mendiami persawahan, hawa dingin udara pagi, menyapa tiap gerak langkah yang diayunkan bocah kurus  menuju sekolah nya.

Jarak tempuh dua kilo meter itu tidak pernah menyurutkan semangatnya Agam, untuk megenal si  budi, jalan yang penuhi kerikil, ditumbuhi rumput-rumput subur, hampir tiap harinya ia jelajah dengan berjalan kaki.

Agam, duduk tersimpu di kursi paling depan, yang   berukuran dua meter,  tangan nya di lipat di atas meja perawaka sopan, begitu juga dengan anak  – anak  yang lain, mereka sedang menunggu ibu Marli seorang guru honorer yang mengajarkan pelajaran bahasa indonesia kelas satu.

Jarum Jam sudah menujukan pukul  sembilan, mata hari sudah mulai naik meninggalkan sarang, pesona dingin  masih mengelus - elus kulit. membuat bulu – bulu kecil merinding tegak,  ibu marli belum menampakkan dirinya di pagi ini.

Biasanya jam segini sudah meneriakkan “ ini budi”mengajarkan kami membaca, dengan suara khasnya, sambil  menunjuk coretan  di papan tulis dengan rol yang berukurang satu meter itu.

Suara kegirangan burung gereja bersahutan berkejaran terbang bebas mengundara di udara,  anak – anakpun berhamburan berlarian di sela – sela meja belajar, setelah sekian lama menunggu ibu marli tak kunjung tiba.

Tangan si Agam sibuk mengores – gores uanpan embun di jendela kaca, tiba -tiba suara kretak krutuk.. langkah sepatu  terdegar dari kejauhan mendekati,  menuju ke arah kelas kami,

 “ Ibu marli katroh ”(  ibu marli sudah sampai ) teriak Dian, dalam bahasa aceh, anak – anak kembali diam duduk rapi di atas kursinya masing – masing.

Seorang pria paruh baya muncul di balik daun pintu kelas itu, ternyata bukanlah orang yang di tunggu, ia bapak Nyak Na, beliau kepala sekolah di Madrasah Ibtidayah Negeri  Keude Linteng, tempat si Agam belajar selama ini.

Tampa basa – basi ia menyuruhku ke ruangan guru,  aku mengekor dari  belakang, dengan  sedikit rasa sok  tau, “pasti menyuruhku merapikan buku di pustaka”, lirih Agam dalam hati.

Kaki nya mulai menyelusuri lantai licin ruangan guru, aku mendapati seorang pemuda yang sedang berbisik – bisik duduk membelakangi pintu,entah apa yang dibisiknya, dia bukanlah guru disini, rupanya ia Bang Adi tentangga rumah ku, “ hatiku bertanya ada keperluan apa ia kemari” munkin ada keperluan pribadi sama salah seorang guru – guru disini, Agam tidak mau meng hiraukan itu.

Dengan wajah sedih ia berpaling ke arah ku serta beberapa guru yang ada di sana pun menatap dengan wajah yang sama, Agam memperdulikan tatapan itu.

“ Apa bapak akan menyuruh ku merapikan buku itu lagi”. tanya Agam kepada pak Nyak Na.
Dengan memedamkan rasa kesedihan, ia menjawab, Hari ini tidak ada yang harus kamu rapikan, lekas lah pulang nak.…! ibu mu sedang menuggu.. bang adi mau menjemput kamu pulang sekarang, jawab Nyak Na.

Kening Agam kerut  kecut, hatinya penasaran melihat gelagat yang  ganjil tidak sering terjadi.

Agam  bergeming, ia tak mau pulang

‘ Kenapa harus pulang secepat ini, bukankah aku harus menunggu ibu marli memperkenalkan kami dengan keluarga si  budi”..?

“ Lagi pula, kalau sudah waktunya pulang aku bisa pulang sendiri…!

tampa harus di jemput,  jelas Agam dengan lugu sedikit lucu.

“ Kita pulang saja dulu”..!

Bujuk Bang Adi, besok bisa sekolah lagi.

 “Ibuk Marli hari ini kurang sehat sambung” Dahlia, guru matematika

dari tadi mendengar percakapan mereka.

Bongkah awan mulai mengirimkan ribuan prajurit hujan mehamtam kerikil – kerikil jalanan, debatan Agam kalah total, meski tidak ada alasan yang kuat, tidak ada seorang pu yang menahan Agam pulang.

Dengan diboncengi sepeda ontel Bang Adi, tangan mungil Agam memegang erat pingangnya Adi, di bawah lembut rintik hujan kaki nya sibuk mengayuh sepeda Ontel menuju rumah.

“ Apa ibu sudah pulang bang” ..? tanya Agam, membuka pembicaraan.

Bang adi seperti merasiakan sesuatu kepada Agam, hati nya remuk mendegar pertanyaan bocah kecil itu, bang adi sedih, tapi ia tidak mau menampak kan kesedihan di depan bocah itu, biarlah sesampai di rumah mengetahui sendiri apa sesungguhnya  telah terjadi.

”yaa”! Jawab bang adi singkat.. sambil menoleh ke arah Agam.

“ Bersama abu”? Tanya Agam lagi..

“ Tadi abu menyuruh abang menjemput mu kesekolah”….! Jelas bang adi..

Sorak ceria hati  Agam kian buncah saat mendegar penjelasan dari bang adi, selama ini dirinya sangat jarang bertemu dengan kedua orang tuanya, apalagi bermanja seperti kebanyakan anak – anak lain Hati Agam lega,sudah lama menantikan kepulangan ayah ibu nya 

Ayah Agam seorang petani yang sedang membuka lahan perkebunan di kecamatan Beutong, agak jauh dari kampung nya, selama masuk sekolah Agam tinggal bersama nenek, sebagai ibu rumah tangga yang penurut, ibu Agam pun juga mengikuti jejak suaminya, kedua orang tuanya hanya pulang sesekali mengunjungi Agam dan mengurus segala keperluan sekolah Agam.

Tidak lama lagi sekolahnya akan ada libur panjang menyambut bulan Ramadha, pasti abu dan ibunya akan membawanya ke ladang, Agam senang sekali bila berada di tempat itu, apa lagi tidak lama lagi jambu – jambu monyet liar yang tumbuh di sekitar ladang nya akan menemui kematangannya.

Jambu – jambu putih itu akan di petikanya dan dimasukkan nya kedalam bejana yang di anyam dari daun pandan kemudian di lahap nya jambu putih itu.

Rasanya gerak roda sepeda sangat lamban berputar kini,  hati Agam ingin segera mencium wajah murung dek cut, di saat ia merapatkan hidung di pipi adik nya itu, hanya teriak mak yang  keluar dari mulut mungil adik nya itu.

Gejolak rindu hati Agam bukan kepalang tak sabar ingin segera menumpah kan keriduan dalam pelukan ibunya, apalagi sudah lama sekali tidak pernah lagi mendegar hikayat indra budiman, yang sering dikisahkan ibu nya menjelang tidur.

Disepanjang jalan  mereka menyaksikan orang berduyun – duyun seperti mau pergi melayat, berjalan satu arah dengan mereka. Mereka menatap si Agam dalam, menyebarkan aura wajah kesedihan. Agam heran menyaksikan tatapan itu yang ganjil itu.

Agam masih binggung belum mengerti apa yang sedang terjadi, semakin mendekati rumah semakin banyak kerumunan orang, mau bertanya tidak berani, sedangkan bang adi  membisu sibuk mengayuh sepeda, serta menjaga keseimbangan stank sepeda saat putaran roda itu menaiki batu cadas.

Bang adi memberhentikan sepeda ontel nya tepat di sentral kerumanan orang – orang itu berada, mereka tiba di rumah, Agam galau, rumah nya di sesaki orang orang kampung, ada apa gerangan, Ia berdiri kaku menatap orang – orang di sekelilingnya itu, orang - orang  itu memerhatikan gerak langkahnya, tatapan penuh belas kasihan, Agam bingung, suara teriak tagis dari dalam rumah bercampur menjadi satu dengan yasinan.

Sese orang menarik tangannya membimbing masuk kedalam rumah, Agam terdiam tak bisa berbuat apa – apa,  Ia termangu dengan buku masih melekat di tanggannya.

Tidak Pernah ada dalam firasat nya selama ini, tidak pernah bisa menerka, semuanya berada jauh di balik duga. orang yang selama ini ia rindui itu sudah terbujur kaku, hati nya hancur kini, jantungnya nyaris kehilangan detak,  ia tidak bisa membayangkan kehidupan adik nya nanti, yang masih sangat merah yang belum tau arti kehilangan, mati dan kematian. Ibu nya telah menemui ajal, yang baru saja di pulangkan dari ladang tempat dimana selama ini mengais Rizki membiayai sekolahnya..

Rabu, 30 Mei 2012

Senja di Beranda Jambo Bengkuang



Oleh : T. Hendra Keumala Alamsyah

Gunung itu menjulang tinggi ke anggkasa, hijau dedaunan pohon menari  nari diatas puncaknya, seakan menyapu langit - langit biru, serta aliran sungai di bawahnya meliuk  liuk bagaikan seekor ular yang menjalar menyulusuri hamparan padang luas. 
Air bersih nan bening yang mengalir diantara celah bukit hutan yang dianugerahi surat keramat sebagai hutan lindung itu,  memberi kesejukan bagi mereka yang bersentuhan dengan air di tempat tersebut, itulah pesona Krung Isep.
Keindahan wisata Krung Isep yang membuat pengunjung tertarik kerena selain tempat permandiannya yang sangat cocok untuk semua usia mulai dari anak anak sampai orang dewasa dan juga kerena kesejukan alam serta airnya sangat dingin, selain itu kejernihan air sungainya pun tidak kalah dengan air aqua. 
Sungai yang membelah Gampong Pante Ara tersebut berada di wilayah Barat Aceh, Kabupeten Nagan Raya, kurang lebih lima belas kilometer jarak tempuh dari Suka Makmur Ibukota Kabupaten Nagan Raya dan sepuluh kilometer dari Kota Jeuram, tepatnya di Desa Pante Ara Kecamatan Beutong, untuk mencapai ke tempat itu kita cukup menaiki kendaraan roda dua dan empat.
Letak sungai dikaki bukit yang menjulang tinggi sertai dihiasi oleh pohon pohon rimbun nan hijau dan di apit oleh bukit bukit kecil, membuat tempat itu banyak dijejali wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan yang datang dari luar, aliran sugai yang masih perawan itu mengalir tepat di bawah jembatan yang menghubungkan antara Keude Ule Jalan dengan pemukiman Beutong Ateh, di bawah jembatan itulah orang orang berteduh dari sengatan mata hari, memanjakan diri dengan keramahan alam.
“ Air nya bening dan bersih bebas dari polusi  yang membuat kita terpikat untuk mandi di tempat ini”,  kata Syahrul Razi  salah seorang Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi.
Di samping itupula rangkang  rangkang berbahan kayu dan beratapkan daun rumbia berjejeran di sepanjang aliran sungai tersebut, menjadi salah satu pilihan sebagai tempat singgasana peristirahatan setelah bermanja senda dengan kesejukan air deras.
Dari rangkang rangkang itupula, henbusan aroma kopi robusta menyebar keseluruh lubang hidung  yang ada di tempat itu, seakan aroma itu mencokok  pengunjung untuk menikmati air pekat hitam yang telah bercampur ampas kopi itu, menghangatkan badan setelah bermandian.
Selain itu, daya tarik keindahan Alam Beutong yang memikat adalah permandangan elok gunung singgah mata, apa lagi saat mata hari terbenam, puncak gunung yang berbentuk unik tampil dengan rona sendu, kemerahan yang menawan, suasana alam tersaji, di Singgah Mata, berkat petakan petakan hijau sawah warga.
Namun untuk menikmati keindahan singgah mata membutuhkan sedikit perjuangan,  kita harus menaiki tanjakan dan melanjutkan perjalanan ke puncak, dengan ruas jalan yang menanjak, walau untuk mencapai puncak singgah mata  akan membuat kita sedikit lelah, akan tetapi semua itu aka terbayar ketika kita berhasil mencapai puncak, permadangan elok terhampar di hadapan kita, bahkan seolah kita berada di atas awan karena lokasi singgah mata cukup tinggi.
Sore itu matahari sudah mulai melangkah pelan menuju pintu peraduan, walau cahaya sedikit terhalang awan, namun masih tampak indah di seberang laut barat sana, beberapa pria bergegas mengstarter sepeda motor, menaiki bukit singgah mata, setelah menegak kopi sedukan kak Rohana Minggu (27/05/2012).
Hanya menaiki tajakan lebih kurang satu kilometer kita sudah mencapai Jambo Bengkuang yaitu puncak Gunung Singgah Mata, letak bangunan tersebut berada di antara pemukiman Ule Jalan dengan pemukiman Beutong Ateh.
Bangunan yang berukuran  empat kali empat, berbahan kayu dan semen yang beratapkan seng itu merupakan tempat peristirahantan bagi warga yang melewati daerah tersebut.bangunan yang sudah tertata rapi serta corak dinding yang  terpoles cat biru muda itu sebagai tempat persinggahan sementara untuk memanjakan mata, bagi mereka yang sedang melakukan perjalan ke Takengon maupun sebaliknya.
“ Namanya saja Gunung Singgah Mata, jadi kalau lewat, singgah dulu, lihat dulu permandangan alamnya sambil menghirup udara segar”. Ucap Rahmad Reza, yang beberapa bulan lalu bergabung dengan Komonitas Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Teuku Umar.
“ Daratan membentang yang mendominasi Alam Beutong, tidak lah mengherankan jika Beutong memiliki karakteristik wilayah yang beragam. Topografi ini merupakan pahatan alam dan menghasilkan aneka bentuk atau tekstur yang mengagumkan” Kisahnya lagi, sambil menghebuskan asab rokok dari mulutnya.
Di tempat itu tidak sulit mendapatkan permandangan alam hijau Kebupaten Nagan Raya, yang membentang luas dari bujur barat sampai bujur selatan, di tempat itupula orang orang duduk pada sore harinya menyaksikan mata hari membenam kan diri dalam peluk lautan.
Pesona singgasana singgah mata yang menyebar keindahan alam, serta ditambah dua  sejoli aliran sungai besar yang berkelok  kelok menyulusuri bentangan persawahan hijau menjulur jauh sampai ke tepi laut Kuala Tuhan, yang memberi kenangan tersendiri bagi mereka penikmat wisata alam.
Dari kejauhan terlihat kebun sawit yang hijau jauh membentang di sepanjang wilayah pesisir laut Samudra Hindia, di tengah tengah itupula mengepul asap tebal pabrik kelapa sawit PT Soffindo menjulur ke anggkasa bagaikan kapal uap dalam lautan yang sedang mengarungi samudra.
Kerumunan awan awan kecik seakan menjilat  jilat pucuk hutan perawan meranti, dari beranda Jambo Bengkuang dipuncak Gunung Singgah mata hamparan kemuning padi terlihat di sisi bukit Cout Jawi, serta bangunan pusat Kota Meulaboh  berdiri kukuh dikejauhan menadah langit, seakan menunjuk akhir segala alir, yang tak henti menyimpan gairah bagi pancaran mata.
Tapi sangat disayangakan, kondisi jalan menuju kesana sangat memprihatinkan, amukan longsor  dan terkikis air saat musim hujan tiba, mengakibatkan jalan berlubang serta berbatuan mehambat para pengguna jalan itu, jalan tersebut merupakan satu satunya urat nadi yang menghubungkan antara Kabupaten Nagan Raya dan Aceh Tengah Itu seakan luput dari penglihatan pemerintah setempat.
Padahal daerah tersebut berpotensi besar bagi  sektor  wisata alam serta meninggkatkan perekonomian bagi warga dengan memasok sayuran dari Kota Takengon.
Malam di ambang petang lembayung mulai memuncratkan warna keemasan ke seluruh penjuru angkasa, tamparan lembut hawa dingin mulai terasa, sebentar lagi mata hari lenyap ditelan bumi. Kami pun turun di keleluasan senja mengakhiri cerita di Jambo Bengkuang.








Rabu, 16 Mei 2012

" Tingalkan Ia Dan Cintanya"

Sudah menjadi fitrah manusia untuk mencinta dan dicintai, semua orang butuh akan cinta karena tanpa cinta hidup ini tak lebih dari keledai yg terbaring di padang pasir, ibarat batu karang di lautan dan ibarat bunga di tepi jurang. Cinta membuat segalanya menjadi indah, memberi warna dalam hidup, melukis senyuman pada wajah, cinta membuat setiap detak jantung menjadi sangat berarti. Itulah cinta namun, cinta juga memiliki aturan main yang harus dijalankan jika ingin selamat dunia dan akhirat.

Cinta dan mencintai pada hakikatnya adalah boleh-boleh saja bahkan sangat dianjurkan untuk saling mencintai sesama muslim namun, ada cinta yang begitu spcial dan sangat sensitive, ia ibarat api berwujud embun dipagi hari dan bagi siapa saja yang tidak waspada terhadapnya maka ia akan terbakar yaitu cinta terhadap wanita yang merupakan perhiasan dunia dan fitnah terbesar bagi kaum lelaki. Rasulullah -shallallahu Alaihi Wasallam- pernah bersabda dlm hadist yang diriwayatkan oleh Bukhari (5096) dan Muslim (2740):

ما تركت بعدي فتنة أضرّ على الرجال من النساء

Artinya : "Tidaklah aku tinggalkan sebuah fitnah yg sangat berbahaya bagi kaum lelaki melainkan fitnah wanita." (HR Bukhori dan Muslim)

Cinta yang semacam ini mempunyai batasan yang sudah banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah contohnya : saling menundukkan pandangan, tidak berkhalwat dalam satu ruangan jika si wanita tidak ditemani oleh mahromnya dan haram bagi keduanya untuk saling bersentuhan namun, semua itu akan menjadi boleh dan halal jika keduanya saling menikah karena pernikahan akan menghlalkan apa-apa yang sebelumnya haram jika dilakukan oleh dua sejoli bahkan hal itu dianggap ibadah yang berbuah pahala sebagaimana jika ia melakukannya kepada yang haram maka akan berbuah dosa...!

Namun terkadang cinta itu datang pada waktu yang kurang tepat -dan inilah salah satu sifat cinta datang tanpa diundang dan pergi tanpa alasan- contohnya saja saat anda tidak siap untuk menikah dan meminangnya karena berbagai alasan sedangkan cinta sudah melebarkan sayapnya maka tutuplah setiap celah yang bisa digunakan setan untuk menyesatkanmu karena sungguh jika tidak demikian maka siapalah yang sanggup bersabar akan godaan cinta. hari ini bisa jadi lewat FB atau YM saling tegur sapa lambat lawun menuju HP selanjutnya janjian disebuah tempat, ternyata kesan pertama begitu menggoda selanjutnya wal'iyaadzu billaah...., serahkan semuanya pada Allah, Tinggalkan ia dan cintanya karena Allah, Karena barang siapa yang bertawakkal pada Allah maka Allah akan mencukupinya. Allah berfirman :

ومن يتّق الله يجعل له مخرجا

Artinya : "Barang siapa yang bertakwa kepada Allah maka Allah akan memberinya jalan keluar." (QS At-Talaq, ayat : 2)

Jika ia memang jodohmu maka tidak akan ada makhluk di muka bumi ini yang bisa memisahkan kalian walaupun mereka berkumpul dan merencanakan hal itu, dan jika ia memang bukan pilihan Allah untukmu maka tenanglah anda telah meninggalkan ia dan cintanya karena Allah maka niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik dan itulah janji Allah dan Allah tidak pernah ingkar akan janjinya dan tidak ada seorangpun yang bisa menyatukan kalian jika Allah tidak menghendaki itu. Dan satu hal yang perlu anda ingat bahwa bisa jadi anda menyukai sesuatu padahal itu tidak baik bagi anda dan bisa jadi anda membenci sesuatu padahal itu baik buat anda, Allah berfirman :

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

Artinya : "Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS Al-Baqoroh : 216)

Allah juga berfirman :

الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ

Artinya : "Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS An-Nur : 26)

walaupun ayat ini turun dalam Haditsatul Ifqi yg menjelaskan bahwa perkataan - perkataan buruk berasal dari orang-orang yang buruk dan perkataan-perkataan baik brasal dari orang yang baik-baik pula namun kaedah tafsir mengatakan bahwa "Al Ibrotu bi Umumillafadz laa Bikhususissabab (Pelajaran yang diambil dari sebuah dalil adalah makna keumumannya, bukan kekhususan sebab turunnya)."

Maka dari itu syeikh As Sa'di berkata dalam menafsirkan ayat ini : "Semua yg buruk dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang buruk serupa dan layak untuk orang yang buruk begitu juga semua yang baik dari laki-laki dan perempuan dan perkataan-perkataan serta perbuatan-perbuatan yang baik layak, serupa dan selalu bersama orang yang baik. kemudian beliau memberi contoh bahwa Nabi Muhammad adalah laki-laki terbaik di muka bumi ini dan sungguh tidak layak baginya kecuali wanita-wanita yang baik dan tuduhan terhadap Aisyah merupakan tuduhan terhadap Nabi pula dan itulah yang dimaksudkan oleh orang-orang munafik."

berbeda masalahnya jika kita sudah benar-benar siap untuk menikah maka tak perlulah kita meninggalkan ia dan cintanya akan tetapi bersegeralah sempurnakan separuh agamamu karena itulah yang dianjurkan .Islamtapi ada yang perlu diperhatikan disini yaitu jangan sampai ada hubungan yang tidak perlu jika belum waktunya, sebaiknya mengunakan perantara comlang yang sudah bersuami-istri sehingga tidak ada celah untuk setan berkelit. Karena sekuat-kuat iman seseorang ia belum tentu mampu menahan gejolak cinta. Inilah yang pepatah yang populer di zaman kakek-buyut kita “Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit”. Ya, itulah cara setan menggiring manusia secara perlahan. Akan tetapi pembawa syariat shallallahu ‘alaihi wasallam jauh lebih cerdas dibandingkan setan. Cara ini tidak berlaku jika selalu menggenggam kaidah beragama :

سد الذرائع مقدم على جلب المنافع

ِArtinya : "Menutup jalan menuju keburukan lebih diutamakan dari pada mengambil manfaatnya."

Maka sudah selayaknya bagi siapa saja yang ingin mendapatkan yang terbaik hendaknya ia bercermin pada dirinya, sudah layakkah dirinya untuk mendapatkan yang baik ..?? mari sama-sama memperbaiki diri sehingga mendapat yang baik insya Allah.

Jumat, 11 Mei 2012

Asal Muasal Lahir Kabupaten Nagan Raya


Oleh : Teuku Hendra Keumala

Pada tahun 1999 Zulfikar Sawang di lantik menjadi ketua Dewan Perwakilan Kabupaten (DPRK ) Aceh Barat, dan dipeusijik di mesjid simpang 4 Nagan raya sekarang.

Setelah beberapa hari perlantikan tersebut mulcul ide pemekaran Kabupaten Nagan Raya dengan alasan kabupaten aceh barat sangat luas mulai dari gunung berute sampai krung semayam, berawal dari bincang – bincang pak Nasruddin bupati aceh barat pada waktu itu dengan zulfikar sawang.

Ketua  dewan perwakilan daerah ( DPRD ) Sofyan Sawang, kita akan koordinasi dulu dengan teman – teman ( DPRD ) yang lain karena tidak bisa memutuskan sendiri.
Karena pada saat itu anggota DPRD aceh barat berjumlah 40 orang tentu punya pemikiran yang berbeda.

Pada bulan agustus tahun 2000 lahirlah kepanitiaan setelah berbagai potensi masyarakat Nagan baik yang berada di Nagan sendiri, meulaboh, banda aceh, dan jakarta bangkit secara bersama – sama untuk mencapai pemekaran

Tanggal 24 september 2001 dewan perwakilan rakyat DPRK Aceh Barat membuat keputusan tentang nama kabupeten nagan raya dengan ibu kota suka makmur dan aceh jaya dengan ibukota calang.

Tanggal 11 maret dengan berbagai upaya kerja keras dan doa dpr ri mengetuk palu mengesahkan UUD no 4 tahu 2002.
10 april mengawati presiden republik indonesia pada saat itu menandatangani UUD no 4 tahun 2002.

Kemudian disusul menteri dalam negeri Hari Sabarno pada tanggal 22 juni meresmikan 26 kabupaten pemekaran dan empat kabupaten di aceh termasuk salam satunya kabupeten nagan raya.

Sumber :  Sofyan Sawang