Selasa, 26 Februari 2013

" Ketika Hidup Harus Memilih "

Kata orang menentukan pilihan itu jauh lebih mudah, ketimbang mempertahankan apa yang telah kita pilih itu,  ternyata hal tersebut benar, kita sering menyepelekan ungkapan  ringan teman teman dulu, ketika kita menjalani sesuatu yang kita pilih itu.


Buruk - buruk nya makin muncul kemuka, kobosanan kadang - kadang begitu renta, apalagi disaat berhadapan dengan orang - orang yang tidak  mampu memposisikan diri mereka sebagai layaknya manusia. tidak tau bagai mana berkasih sayang atau menghargai sesama.


Inilah dinamika hidup, membuat diri kita kalang kabut terhimpit oleh desakan kebutuhan  yang beragam, apa lagi, ketika pilihan itu jauh melenceng dari kemauan hati, membuat jiwa menjadi lelah, letih dan perih.


Bahkan dalam menjalani semua ini pun kita dipaksa untuk tidak memilih, disaat memilih pun  kita sering terpeleset pilihan itu tidak seperti apa yang diharapkan. dan diketika itupula kita digerakkan untuk menentukan pilihan lagi dan lagi begitulah seterusnya.


Pada saat kita lelah memilihpun dirikita telah memilih untuk berhenti menenukan pilihan itu.menuru saya meskipun pilihan itu terkadang menyakitkan, tapi pilihanlah yang akan menjadi solusi keluar dari masalah yang kita hadapi dalam menempuh hidup ini.

Selasa, 19 Februari 2013

Politik Galau

Selasa, 19/02/2013 09:52 WIB
Ali Mustofa - detikNews


Jakarta - - Suhu panas politik Indonesia semakin terasa menjelang digelarnya pesta demokrasi tahun depan. Aroma tak sedap kian menyengat dari partai-partai politik menyambut ritual lima tahunan.



Para politisi makin galau, kekuasan yang di depan mata ibarat kue manis untuk jadi rebutan. Implikasinya, iklim politik pun minus dari komitmen umtuk meng-Esa-kan Tuhan (unity of Good head).


Terbaru, publik dihebohkan kasus suap impor daging Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaq. KPK menetapkan empat orang tersangka dalam kasus suap impor daging sapi.


Kasus ini seakan menggenapi catatan-catatan hitam parpol-parpol di Indonesia selama ini. Tak sampai disitu, terjadi efek karambol menyusul pencekalan putra Dewan Syuro PKS keluar negri terkait kasus serupa.


Klaim adanya konspirasi yang dilontarkan petinggi tampaknya cukup mampu menjadi penenang hati sekaligus pengikat kesolidan mayoritas kader.


Namun tak berbanding lurus dengan kepercayaan masyarakat pada partai ini.Setidaknya itulah kesimpulan dari berbagai hasil survei terkini yang menunjukkan elektabilitas Partai "putih" tersebut terjun bebas.


Di pihak lain, isu tidak terlalu penting absensi sidang DPR, Ibas Yudhoyono, juga menjadi santapan politik terhangat. Akibat kasus ini, politisi Demokrat yang juga putra Presiden ini terpaksa harus mengundurkan diri dari panggung Senayan.


Kisah partai pemenang pemilu 2009 ini memang tak ada habisnya. Nasib Sang Ketua Umum kini diujung tanduk. KPK sedang kejar deadline pembuktian untuk Anas Urbaningrum menjadi tersangka.


Isu perpecahan internal partai banyak masalah ini pun terus menyeruak menyusul tersiratnya ketidakharmonisan antara SBY dan Anas. Tsunami politik inilah yang membuat SBY selaku Ketua Majelis Demokrat akhirnya turun tangan memebereskan persoalan partai.


Parpol lain tak kalah memprihatinkan, bak disambar petir di siang bolong, Golkar didaulat ICW menjadi parpol terkorup di tahun 2012. Indonesian Corruption Watch (ICW) pada Jumat (28/12/), merilis daftar kader partai politik yang terlibat kasus korupsi pada tahun 2012 .


Partai Golkar 'mengungguli' Partai Demokrat sebagai partai yang kadernya paling banyak terlibat korupsi. Dari catatan tersebut Golkar menempati urutan pertama yang paling banyak 'terjerat kasus korupsi. Di posisi kedua, Partai Demokrat dan disusul PAN dan PDIP, Posisi keempat diduduki oleh PKB , Gerindra, PKS dan PPP.


Begitulah. Suatu yang eksak. Acap mendekati pemilu, politik semakin galau. Para politisi galau ingin menjadi pemimpin, galau mempertahankan atau merebut posisi. Alhasil Ideologi tak lagi menjadi landasan, rambu agama tak jua dihiraukan. Faktor kepentinganlah yang menjadi panglima dalam mengambil pijakan.


Ongkos demokrasi memang mahal, padahal kocek tak cukup tebal, akhirnya sikat sana sikat sini. Kekuasaan tampak begitu menggiurkan, padahal hanya mampu di emban oleh orang-orang tertentu yang amanah dan memenuhi kriteria, akhirnya sikut sana sikut sini.


Ketika itu pragmatisme di balut dengan bahasa "semakin ke tengah", sekulerisme dihias dengan nasionalis religius, kesesatan politik disebut ijtihad politik. Maka akhirnya umatlah yang menjadi korban. Baik dalam iman maupun kesejahteraan.


Karena itu, tak perlu silau dengan praktik sistem sekularisme di negri ini yang tengah di puja-puja banyak kalangan. Sebab, akibat sistem ini, Indonesia menjadi babak belur di segala bidang kehidupan.


Sungguh, Indonesia butuh sistem syariah Islam dalam bingkai negara khilafah yang telah terbukti selama berabad-abad mampu memberikan kepuasan hati.


Mari berjuang ganti sistem sekulerisme dengan system Islam. Semua ini untuk kebaikan bersama. "Apa hukum jahiliyyah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" (TQS Al-Maidah: 50).


*Penulis adalah pemerhati politik dan aktif di CIIA (The Community of Islamic Ideological Analyst)

Senin, 18 Februari 2013

" Korupsi Teroris Yang Perlu Diperangi"








BANDA ACEH | Diliputnews.com – Wakil Ketua Majelis Permusyarawatan Rakyat ( MPR RI ) Ahmad Farhan Hamid minum kopi bareng Siswa Sekolah Anti Korupsi Aceh, jumat 23/11/2012 pukul 21.00 di Warkop Jeep Kupi Desa Bathoh.


Dalam acara gopi bareng tersebut juga diselingi dengan diskusi ringan seputar kasus korupsi yang mendera nagara ini.dalam kesempatan tersebut Farhan Hamid mengungkapkan perlunya gerakan masyarakat bersama dalam mengkampanyekan anti korupsi, ia beralasan, Korupsi telah menjadi ancaman terhadap negara indonesia “ acaman sekarang bukanlah separatisme ataupun terorisme melainkan korupsi itu sendiri.


Ia mencontohkan gerakan ini seperti embrio yang menjadi bintang dalam lingkungan kecil kemudian akan membesar berkembang luas yang akan mendorong indonesia khususnya aceh dalam menuju kesejahteraan dimasa yang akan datang.


Pada acara diskusi tersebut turut dihadiri Askalani selaku Koordinator Gerakan Anti Korupsi Aceh ( Gerak ) Askalani dalam kesempatan terseut mengatakan bahwasanya di Aceh warung kopi mejadi media yang cocok untuk mengkampanyekan antikoprupsi “ warung kopi merupakan media yang paling tepat untuk saat ini dalam mengkampanyekan anti korupsi”.


Diskusi yang berjudul “Jeep kupi bukan dengan uang korupsi” ini bakal berlangsung pada setiap malam sabtu. Peran ini dimabil guna untuk mengkampanyekan penolakan terhadap prilaku korupsi dalam masyarakat, dalam kommunitas ini askalani berharap dari siswa – siswi ini menjadi motivator untuk memberantas korupsi” kami berharap kawan kawan untuk menjadi motivator dalam upaya memberantas korupsi di aceh bukan sebagai kelinci cobaan. Pungkasnya.

Minggu, 17 Februari 2013

“ Menunggu Restu dan Halal Nya”

Sungguh lidah ku masih dapat merasakan perbedaan antara asin dan tawarnya suatu masakan meskipun itu dalam keadaan panas membakar, namun sangat sulit bagi hati ini untuk membadakan antara rasa cinta yang hakiki ( Murni ) dan rasa cinta yang lahir daripada tipu daya syaitan.

Itulah yang sedang kualami saat sekarang, gamang penuh kebimbangan, apa kalian pernah merasakan hal itu, hingga tidak mampu untuk mengutarakan rasa itu, bahkan untuk berkatapum sulit, Mungkin bagi sebagian kalian tidak sebegitu sulit untuk perkara ini, jika kalian memiliki perasaan itu  pasti kalian tidak akan memeramnya bukan, hingga menyiksa diri kalian sendiri.

Taukah kalian….! jika aku sebenarnya juga mengiginkan hal seperti itu, namun apalah nak dikata kita memiliki kelebihan, dan pemikiran yang berbeda  dari masing – masing kita, lhah…. Kekurangan ku  yaitu masih sulit mengutarakan perasaan itu, dikarenakan ia sangat dekat dengan ku, bukan maksud ku dekat dalam artian telah menjalin hubungan asmara, maksudnya ia adalah “ teman dekat”, yang selama ini tempat kami berbagi cerita.

Jika aku nekat untuk mengutarakan perasaan itu, kemudian ia telah memiliki seseorang yang dicintai…yaa amphuin.. gimana coba…..? pasti persahabatan kami akan renggang, kalian taukan arti kehilangan, pada ujungnya pasti akan menyakitkan bukan…?

Lalu wajarkah jika aku menggelak, kemudian untuk tidak menggungkapkan menyimpan dalam – dalam semua yang ku rasakan, sepertinya hal ini akan menjadi lebih menyakitkan jika tidak pernah memberi kesempatan kepada apa yang telah diinginkan perasaan, aku yakin kalian akan sependapat dengan ini, “ orang yang takut kecewa adalah mereka yang hidup mengecewakan perasaan”. Iakah…?

Sebenarnya bukan itu yang ingin nak kukatakan kawan, bukan itu yang menjadi persoalan, melainkan keragu – raguan yang masih saja menghantuai hingga harus mengabaikan untuk  mengurungkan niat itu, Sebab bila rasa cinta ini tidak sungguh dan berakhir pada kekecewaan

Takkala ia tau dan bertaut, pun hubungan itu terjalin, di tengah perjalanan hatiku didatangi oleh kebosanan dan beralih pada lain hati, bila itu yang terjadi, apakah pantas bagiku untuk berlaku khianat, justru itu yang sedang ku timbang memilih untuk menyimpannya dalam,  wa’ genk..!

Jika boleh memilih munkin aku akan menetapkan pilihan itu pada pertemanan, karena itulah pilihan yang tepat bagi lelaki sejati untuk mempertahankan diri agar selalu bersama mereka yang dicintainya. Karena aku tidak ingin melukai hati mereka kaum “ Hawa ’’

Bagi kalian para lelaki sejati tak perlu risau dengan tulang rusuk yang hilang, karena ia akan kembali pada masing – masing pemeilik mereka,  karena itu janji tuhan…!

Label:

* Kecamuk Perang Mebawanya Pergi *





Oleh : Teuku Hendra Keumala


Pagi itu mentari seakan engan menampakkan cahaya terang, karena terlanjur di tutupi oleh gumpalan hitam, yang mengapung di langit – langit terus berarak menuju pergunungan singgah mata Beutong dan menutupi kilauan hijau dedaunan yang ada di sana, gelap langit tampak hitam, gemuruh berontak menumpahkan hujan, membuat masyarakat Gampong Kabu engan ber aktivitas, mareka larut dalam kedinginan yang dihembus sang alam pada pagi itu, suasana perkampungan begitu sepi tampa aktivitas warga yang terlihat dipagi ini yang ada hanyalah serentetan gupalan huja kecil yang mehantam atap rumah – rumah permukiman warga yang kebanyakan masih meggenakan daun rumbia, terus rintik itu melesat ke bumi.

~ ~ ~

Tapi tidak dengan Pak Uma, ia begitu bersemangat di pagi hari ini walau mentari engan memberi kehangatan, kanapa tidak, kebahagiaannya menjadi wajar karena kemaren sore ia beru saja mendengar kabar dari kerabatnya yang telah lama tinggal di Ibukota Kabupaten akiban koflik bersenjata antara “ GAM Dan RI ’’ namun hari ini mereka akan mengakhiri permusuhan itu, begitulah pesan yang ia terima, artinya aceh damai, tidak ada lagi terol, tidak ada lagi pertikaian, dan razia – razia di jalan, tidak ada lagi perbantaian anak manusia, dan pertumpahan darah di serambi mekah.

~ ~ ~

Sungguh merupakan suatu yang sangat beharga yang tidak bisa diukur dengan uang emas permata sekalipun, lirih umar, Umar terharu ketika mendengar kata sakral, yang baru saja terucap, setitik air bening jatuh dari dalam pelupuk mata yang sudah tampak kelelahan, hangatkan pipinya, raut wajah yang sudah kusut di makan usia kini kembali ceria bak seorang pemuda dalam masa belia, umar sadar, dirinya tidak boleh larut dalam keharuan, ia harus pergi ke sawah sekarang, mengurusi padi – padinya yang sudah tampak menguning itu, yang semakin hari makin merunduk, jikalau di biarkan berlama – lama akan susah memanennya nanti.

~ ~ ~

Umar bahagia, ditengah memetik hasil panen jerih payahnya selama ini yang lumayan bertambah dan secercah kabar perdamaian yang baru saja didegarnya, lagipula ditahun ini ia akan mengadakan hajatan besar, hajatan itu khusu untuk cucunya, cucu pertama dari anak perempuan nya, pada pesta sunatan nanti ia telah menyiapkan satu ekor kerbau dan akan merencanakan untuk mengundang seluruh ahli family beserta seluruh masyarakat desanya itu. tentunya ia sangat senang dengan pemberitaan perdamaian itu, umar akan dapat mengudang saudara dan kawan – kawannya yang sudah lama mengembara dalam hutan belantara, yang diburu para tentara indonesia, ia membayangkan tawa dan peluk hangat saudaranya di hari pesta nanti, yang sudah lama hilang dalam kehidupannya itu.

~ ~ ~

Semenjak ada pemberitaan perdamaian antara Gam dan Ri grafitasi konflik sudah agak menurun, hal itu terlihat dari sudah agak menurunnya kontak tembak antara pejuang dan tertara indonesia, masyarakatpun sudah dengan bebas menjalankan aktifitas sehari – hari dalam mencari bekal untuk membuat asab dapur rumah mereka tetap mengepur menyambung hidup, umar, hari – harinya terus berangan akan pesta hajatannya itu, mungkin akan menjadi pesta termegah dikampunya setelah perdamaian nanti.

~ ~ ~

Malam semakin gelap, mata hari sudah mulai beranjak menuju pintu peraduanya, besok akan ada kejadian indah yang akan terukir dalam sejarah, jauh di negeri finlandia sana negara berhujan kapas itu, helsinki, kota yang dingin, disanalah beberapa perwakilan tokoh gerakan aceh merdeka sedang berumbuk menetapkan kesepahaman perdamaian, umar, baru saja menyelesaikan kewajiban sholat magribnya, langsung menuju meja makan yang sudah terkesiap di atas meja terhidang menu makan malam, berupa nasih putih beberapa ikan asin dan gulai jruk drin ( Asam Durian ), masakan kesukaan umar yang sering di masak khusus oleh sang istri.

~ ~ ~

Tiga puluh menit yang lalu sepenggal senja dimalam itu telah berlalu, umar, berkesiap memenuhi undangan khanduri samadiah disalah satu rumah warga pada malam itu, tentu tidak perlu ragu dan diselimuti rasa takut yang mendalam seperti dulu – dulu untuk keluar malam, karena perdamaian itu akan menghapus semua dendam, pertikaian akan segera berlalu, umar pergi dengan membawa secercah harapan perdamaian memecah hening dikegelapan malam, besok setelah malam ini berlalu masyarakat aceh akan bangun menyaksikan perdamaian itu, dan mereka – mereka itu juga akan turun gunung dengan merajut kembali perpecahan dimasa lalu.
~ ~ ~

Innalillahi wainna ilaihi rajiun, pada pukul 23 malam itu sebelum kesepakatan damai itu terbubuh di atas kertas, kecamuk perang itu telah membawanya pergi, Umar benar – benar damai kini.[ ]

Label:

Selasa, 12 Februari 2013

“ Berharap Restu dan Halal Nya”



Sungguh lidah ku masih dapat merasakan perbedaan antara asin dan tawarnya suatu masakan, meskipun itu dalam keadaan panas membakar, namun sangat sulit bagi hati ini untuk membadakan antara rasa cinta yang hakiki ( Murni ) dan rasa cinta yang lahir daripada tipu daya syaitan.

Itulah yang sedang kualami saat sekarang, gamang penuh kebimbangan, apa kalian pernah merasakan hal itu?, hingga tidak mampu untuk mengutarakan rasa itu, bahkan untuk berkatapum sulit, Mungkin bagi sebagian kalian tidak sebegitu sulit untuk perkara ini, jika kalian memiliki perasaan itu  pasti kalian tidak akan memeramnya bukan, hingga menyiksa diri kalian sendiri.

Taukah kalian….! jika aku sebenarnya juga mengiginkan hal seperti itu, namun apalah nak dikata kita memiliki kelebihan, dan pemikiran yang berbeda  dari masing – masing kita, lhah…. Kekurangan ku  yaitu masih sulit mengutarakan perasaan itu, dikarenakan ia sangat dekat dengan ku, bukan maksud ku dekat dalam artian telah menjalin hubungan asmara, maksudnya ia adalah “ teman dekat”, yang selama ini tempat kami berbagi cerita.

Jika aku nekat untuk mengutarakan perasaan itu, kemudian ia telah memiliki seseorang yang dicintai…yaa amphuin.. gimana coba…..? pasti persahabatan kami akan renggang, kalian taukan arti kehilangan, pada ujungnya pasti akan menyakitkan bukan…?

Lalu wajarkah jika aku menggelak, kemudian untuk tidak menggungkapkan menyimpan dalam – dalam semua yang ku rasakan, sepertinya hal ini akan menjadi lebih menyakitkan jika tidak pernah memberi kesempatan kepada apa yang telah diinginkan perasaan, aku yakin kalian akan sependapat dengan ini, “ orang yang takut kecewa adalah mereka yang hidup mengecewakan perasaan”. Iakah…?

Sebenarnya bukan itu yang ingin nak kukatakan kawan, bukan itu yang menjadi persoalan, melainkan keragu – raguan yang masih saja menghantuai hingga harus mengabaikan untuk  mengurungkan niat itu, Sebab bila rasa cinta ini tidak sungguh dan berakhir pada kekecewaan

Takkala ia tau dan bertaut, pun hubungan itu terjalin, di tengah perjalanan hatiku didatangi oleh kebosanan dan beralih pada lain hati, bila itu yang terjadi, apakah pantas bagiku untuk berlaku khianat, justru itu yang sedang ku timbang memilih untuk menyimpannya dalam,  wa’ genk..!

Jika boleh memilih munkin aku akan menetapkan pilihan itu pada pertemanan, karena itulah pilihan yang tepat bagi lelaki sejati untuk mempertahankan diri agar selalu bersama mereka yang dicintainya. Karena aku tidak ingin melukai hati mereka kaum “ Hawa ’’

Bagi kalian para lelaki sejati tak perlu risau dengan tulang rusuk yang hilang, karena ia akan kembali pada masing – masing pemilik mereka,  karena itu janji tuhan…!

Label:

Jumat, 08 Februari 2013

Zikrullah


Malam telah melewati senja, hawa dingin kian menusuk kulit para jamaah mesjid paling bersejarah itu, meski awan kian hitam menyelimuti lagit- langit Kota Banda Aceh pada saat itu, namun keelokan  masih tampak indah dihiasi kelap - kelip lampu penerang kota.

Dibawah rerintik hujan dimalam yang kelam, orang – orang berpakaian putih terus berdatangan mengisi saf – saf terdepan, laki, perempuan, dan juga bocah inggusan pakaian mereka seragam. dalam waktu singkat, para jamaah yang berpakaian serba putih itu membuat barisan, rapi berjejer, kepala mereka merunduk takkala pimpina zikrullah itu menyeru asma Allah.

“ Jika kalian mencitai sesuatu maka sering – seringlah menyebut – nyebut namanya itu, maka ia akan selalu dekat dengan kita” terang sang ustad, begitu juga dengan allah, sering – seringlah berzikir, kapan saja dan dimana saja niscaya allam akan selalu hadir  bersama kita, jelas Tgk Samunzir.

Diawali dengan bacaan basmallah kemudian Tgk Samunzir Husein melanjutkan dengan surah Alfatihah, bertanda acara sudah dimulai, secara berlahan sang ustad menggiring para jamaah untuk bersama - sama beristirkfah kepada allah swt.

Selang beberapa menit keheningan berubah menajadi gaduh, perubahan itu naik menjadi seratus derajat, suara gaduh nan riuh bersahutan kemudian mengalun menjadi satu dalam toa penegeras suara kepuncak – puncak menara mesjid baiturrahman yang terpasang disegala arah penjuru mata angin.

Astarfirullah, lafas itu terus merekah berseru kepada allah sebagai wujud pehambaan diri kepada allah subhanahuwataala, sang pencipta alam semesta, pekitan itu semakin besar tak ubahnya seperti tema yang telah tertera dipinggir jalan yaitu “ Zikir Akbar ” acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati maulid nabi dan milad Himpunan Mahasiswa Islam  ( HMI ). Ke 66.


Organisasi yang dicetus oleh Lafran Pene itu, kini telah memasuki usianya ke 66 tahun, Bukan lagi usia yang muda  bagi sebuah organisasi kemahasiswaan yang telah berdiri pada tahun 1947, lebih kurang dua tahun setelah indoneia merdeka, bila dibandingkan dengan manusia tentu sudah memasuki masa – masa senja.


Acara yang dimulai  sesudah sholat isya atau pukul 20. 30 itu kian meriah ketika hujan semakin deras menyiram basah rerumput taman dipekarangan mesjid baiturrahman membuat para jamaahpun semakin basah disiram derai air mata, tetesan air mata yang akan membersihkan jiwa dari noda dosa.

Kondisi Alam Kota Banda Aceh pada malam itu mendung dan hujan menjadi padu dengan judul yang diramu penitia dalam zikir akbar itu “Peugleh Hatee Peleupi Jiwa Tabangun Naggroe Tamensyedara ” begitulah yang tertera disalah satu spanduk bergantungan dipintu gerbang mesjid raya.

Ramuan zikir dan doa itu dilaksanakan tepatnya malam rabu atau selasa malam pada tanggal 05 februari 2013 dengan pengharapan allah memberi pentunjuk jalan yang lurus bagi keberlangsungan pemerintahan aceh kedepan kearah yang lebih baik dan juga bagi wadah Hmi itu sendiri.

Dalam acara itu saudara Aiyub Bustamam selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Islam
( HMI ) Cabang Banda Aceh berpesan, melalui zikir akbar ini semoga allah memberi kita rahmat dan karunia yang besar untuk para pemimpin – pemimpin aceh kedepan, dan agar senantiasa menjaga dan memelihara perdamaian yang telah ada.

Ajakan itu diserunya pada saat penyampaian kata sambutan, disela – sela itu pula beliu mengajak seluruh masyarakat aceh agar bersama – sama membangun aceh tentu dengan hati yang bersih pikiran yang  jernih dan dingin serta  menjalin ikatan kekeluargaan tampa ada rasa dendam. [ ]


Label: