Rabu, 17 Juni 2015

Penghujung Sya’ban 2015



Langit buram, awan hitam berlapis dilangit-langit Kota Banda Aceh, laut masih seperti biasa girang, melepas gelombang-gelombang mehempas karang, berdebum, hancur lebur menjadi gelembung-gelembung kecil, dan kemudian hilang, begitulah seterusnya berulang sampai beribu-ribu debur.

Begitu juga, dipenghujung jalan itu, tidak ada yang beda, masih didatangi orang-orang yang menenteng barang bawaan, untuk kemudian mereka berdiam di atas berbatuan itu untuk menambal kail-kail mareka dengan harapan ada ikan yang menyambal kail pancinng, tidak ada yang beda.mereka menambal harapan.

Di ujung jalan itu, jauh di seberang, masih terlihat gugusan pulau  Sabang yang tegak berdiri menadah langit meski gelombang tidak pernah lelah mehamtam, tetap saja ia kokoh  dengan kersohoranya  yang manawarkan beribu keindahannya.menikmati keangunan sabang itu bikin candu, seperti saya keseringan mengunjugi laut ini,seperti saya minum kopi setiap pagi, tapi sayang saya bernasib sama dengan salah seorang teman saya itu, jika sudah di tempat ini pasti ia bercerita jika dirinya cuman menikmati keindahan Sabang dari kejauhan.

Permandangan yang masih biasa, tidak ada yang berbeda, begitu juga bapak penjaga warung ini, dia akan mendatangi, setiap orang yang duduk di sepanjang tanggul ini, untuk sekedar menanyakan makanan, atau minuman, tidak luput juga saya, ia adalah satu-satunya pedagang di tempat ini yang setia menyapa setiap pengunjung di tempat ini, begitupun tingkah para pengunjung  tidak ada yang lebih sepesil sesampai disini, selain megambil gambar, mengabadikan tempat ini untuk kemudian di bawa pulang untuk di ungggah ke media sosial, mungkin.!

Tapi saya lupa jika ada sesuatu yang terlupakan, sesuatu yang kurang, sesuatu yang masih belum hadir di tempat ini, mungkin karena awan yang begitu lebat hingga ia tidak memberi kesempatan untuk mata hari menyebarkan sinarnya pada sore ini  sore yang di selimuti mendung,diujung Syakban, tampa kadiran sunset menawan itu, di Penghujung Syakban Kelapa Muda sembari membayangkan keindahan Meugang bersama mereka keluarga tercinta. Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1436 H.

Alue Naga 17 Juni 2015.



Minggu, 04 Januari 2015

"Tentang Laut"

sumber foto: di kopy dari google



Dear Noura

Tidak perlu aku ceritakan tentang biru laut indah itu kepada mu
Karena kau selalu melafaskan kata rindu padanya.

Tidak perlu aku jelaskan tentang pasir tergerus air
karena kau selalu akan menyisir bila ada luang dalam genggam

Apa penting aku cerita secara mendetil tentang ombak bergulung
pada saat itu kau selalu menekun disetiap melodi debur

Tapi aku ingin sampaikan pada mu,tentang laut 
tentang ombak, tentang pasir
yang telah membuat ku rindu oleh nya

Sedang kau adalah candu, yang selalu ingin ku ajak ketemu


Minggu, 18 Mei 2014

" Entahlah"



  
Sumber foto ilustrasi ini di copy dari Google

Entahlah..!
Entah perjumpaan hari itu, hanya kebertulan belaka
Atau  memang garis takdir telah menoreskan demikian

Entahlah

Entah itu akan bertahan lama, entah juga hanya sementara
Entah pada kesimpulan akhir akan hitam barang kali juga putih

Entahlah.

Entah juga akan positif, barang kali juga negative
Semuanya samar,  dan  abu-abu

Entahlah

Entah pada suatu ketika nanti akan menyatu
Entah jua waktu yang akan meregutnya

Entahlah

Tapi batin ku telah memilih mu manusia terkasih
Entah kau membacaya, Akupun tidak tau pasti

Entahlah
  
Mungkin aku juga yang salah