Minggu, 29 Januari 2012

Surat cinta teruntuk kasih tercinta



Menjelang malam tiba, saat matahari melangkah ke pintu peraduan nya, diri ini tertunduk kaku membayangkan senyum mu, yang manis beri kesejukan di hati ku, dan tak juga luput kata demi kata yang pernah kau utarakan ketika itu, tidak pernah absen dalam ingatan, kemudian diri ini tersenyum lebar, tampa beban, dan pikiran melayang ketika membayangkan semua itu, akhirnya ku sadar, ku sedang berkhayal,mata ku tertuju kedepan, menangkap secercah cahaya indah memerah di celah – celah gumpalan awan, tampa terasa seuntai kata keluar dari mulut ini “ meusyen” sebuah ungkapan yang begitu lembut terucap, sinkat padat sarat dengan makna.

Ungkapan isi hati yang terpendam akan kerinduan kasih dan sayang mu sayang, aku sangat merindukan senyum mu, meusyen dari dalam hati ini seakan tidak bisa ku membendung nya lagi, ingin rasanya terbang kehadapan mu, menumpahkan kerinduan ini didalam dekapan mu kasih, diri ini meusyen bersenda gurau bersama mu, cinta ini begitu dekat walau engkau tak penah  ku lihat.


Maafkan karna jarak pemisah yang begitu membentang, sehingga butuh waktu dan tenaga buat ku lawan, terkadang tak jarang diri ini di hadang oleh serentetan kebimbangan, oleh sikap mu yang tak mau memberi kepastian, dan kemudian menimbulkan pertanyaan, masih pantaskah ku panggil sayang….? Aku tau jawaban, pasti kau jawab dengan jawaban berlebihan, ya… kan…? Ya berlebihan…….! Dan aku paham, bukan hanya berlebihan sayang….! Boleh dikata , masih “ haram” untuk ku utarakan, tapi ku harap ada setitik sinar penerang, terangi jalan, untuk ku raih sebuah pangilan “ halal “  karna ku sayang……..!!!

Baca selengkapnya »

Kamis, 26 Januari 2012

Akhirnya aku putuskan untuk Bertahan


       
Dengan segenap sisa-sisa semangat yang masih kumiliki, ku teguhkan hati untuk tetap bertahan pada terpaan badai keraguan, dua belas juli sampai dipenghujung dua ribu tiga belas nanti aku tores janji pada jiwa dan pada mereka yang telah berharap. semua ini harus usai.

Dan aku akan menyelesaikan semua ini untuk diri dan untuk kalian semua, karena ini kewajiban moril yang harus tuntas, perjalanan ini mesti ada ujung, dan semangat itu mulai ku himpun kembali, menyelesaikan meski terlambat,  karena yakin kata terlambat itu hadir dikarenakan ada gejala sesuatu yang telah dimulai.

" Karena sudah memulai maka selesaikanlah meskipun itu terlambat" inilah tekat yang coba ku tanam kembali dalam pribadi, setelah sekian lama impian itu dibiarkan tertidur, aku bertahan untuk membangunkan sebuah impian, dengan segala resiko yang ada.
Dua hari, batas waktu yang ku miliki berjuang mendamaikan batin, inilah waktu-waktu tersulit bagi saya, meskipun kata mereka menetapkan keputusan jauh lebih mudah ketimbang bertahan pada keputusan yang telah ditentukan.

Bagi saya, hal itu memiliki kesulitan yang serupa dan memiliki kerumitan yang amat luar biasa,  karena yang demikian itu adalah konflik batin, pada sebuah iktiyar penyerahan segala urusan ini pada maha agung.
Akhirnya aku putuskan membubuhkan tanda tangan ini demi membangunkan impian itu.
mudahkanlah urusan ini bagiku, kemudian berkahilah aku dalam urusan ini. 
Dan sekiranya Engkau tahu bahwa urusan ini lebih buruk untuk diriku, agamaku, dan kehidupanku, serta [lebih buruk pula] akibatnya [di dunia dan akhirat], maka jauhkanlah urusan ini dariku, dan jauhkanlah aku dari urusan ini, dan takdirkanlah kebaikan untukku di mana pun, kemudian jadikanlah aku ridha menerimanya.

Insyaallah hari ini dan enam bulan kedepan semua sudah diselesaikan......!

Selasa, 24 Januari 2012

Menatap Di Balik Air Mata
Sinaran indah pancara mata
Kilau cahaya tak ubah mentari
Manis senyum getarkan hati
Denyut nadi seakan henti
            Senutai senyum tak ubah madu
            Niupkan semangat dalam tubuh ku
            Munkin kah obat arti senyum mu
            Beri semangat dalam hidup ku
            Semangat baru
Merah, kuning, hijau hiasi mata mu
Debarkan  jantung makin menderu
Ku ingin terus menatap sinar cahaya itu
Tapi apalah daya diri tak mampu
Telanjur lemas tubuh kaku
Begitu silau pancaran itu
            Menbuat diri beransur surut Membelakangi mu
            Terus menjauh Menatap dari kejauhan
            Kurindu pancara sinar itu
            Kan ku simpan di qalbu

            

Label:

Sabtu, 21 Januari 2012

catatan di penghujung

Dua ribu sebelas sudah di penghujung tahun, ada banyak kenang - kenagan indah di tahun ini...! namun mau tidak mau tidak akan lama lagi hanya menghitung hari ku harus menyudahi tahun ini .
banyak hal memang yang belum tercapai hingga habis sudah batas yang ku buat, namun perjuangan harus tetap berlanjut ... berkarya terus membenahi hidup dan demi orang - orang tercinta..... 
berilah kekuatan dalam diri ini tuhan ...25 november 2011

Rabu, 11 Januari 2012