Rabu, 10 Oktober 2012

“ Peluh Rindu ”



Peluh rindu menggelegar meronta ronta dari dalam hati
Meraung bergulung dalam senyap remang malam
Jatuh bergedebam di atas paras laku mu….

Lilitan sutra membungkus kepala menutup rapi rambut indah nan wangi
Sang rembulan pun ikut iri dengan kecantikan itu

Rasionalitas diripun kian terbang melayang tak dapat bekerja seperti sedia kala
Tanggan melambai ingin meranggut, menarik, meletakkanya berdampingan di sisi
Sebagai penawar, penepis bintik lara dalam hati

Angan itu terus membawa, mengarungi cakrawala, ingin menepi pada bongkahan hati mu
Namun itu hanya bualan, mimpi yang menjanjikan jutaan pesona keindahan
Lalu terpasung, oleh jarak di antara malam dan siang, yang tidak pernah akan menyatu
Aku rindu..

Minggu, 07 Oktober 2012

Tak berdaya


Di keheningan malam
Mata ku masih belum terpejam
Ku dengar suara
Rerintikan hujan

Yang memecah sunyi dan
Gelap nya malam 
 Ku renunkan 
Arti kehidupan dan
Ku bayangi akan
Masa depan
Semunya adalah samar
Terkadang abu abu
Merah dan hitam

Itu kah kehidupan
Semua itu tak ada  jawaban
Aku semakin hanyut oleh
Kesendirian
Aku lemah di hadapan mu
Tuhan
Tak kurasa air mata keluar
Mengharap akan ridha mu
Tuhan
Tentang apa yang telah  ku
Perjuangkan

Berakit - Sakit


Ada cerita
Di aceh yang katanya jaya
Di jalan yang penuh kerikil
Dan juga lumpur  takkala bila hujan tiba
Tak banyak yang menghiraukan nya
Orang terus berlalulalang
Juga banyak di beritakan di koran
                       
Tetang rakit  yang sakit  - sakitan
Tentang jalan  layak nya kubang
Tetang derita masyarkat barat selatan
Tentang antrian yang berjam jam
Tunggu giliran untuk menyebrang

Di ujung jalan penuh antrian
Waktu lebaran hari raya tiba
Kadang hujan  penuh sesakan
Menuju rakit di kuala uga

Banda aceh : 10 oktober 2007