Minggu, 18 Maret 2012

Bungong Kayee, Kue Kebahagiaan dan Kematian






BANDA ACEH - Pernah mencoba kue bungong kaye atau bunga kayu? Kue ini banyak terdapat di wilayah Pantai Barat Aceh. Ada juga di Aceh Besar. Pada upacara-upacara adat seperti pesta perkawinan dan kematian, kue ini sering menjadi antaran dan bawaan untuk berkunjung.





Bentuk kue ini unik. Warnanya pucat karena tidak mengandung pewarna buatan. Rasa manisnya berasal dari gula pasir yang lengket di bagian luar kue. Untuk mengembangkan adonannya, hanya mengandalkan kuning telur saja. Ini cerita Fitri, penjaga stand Aceh Barat pada Pameran Produk Rumah Tangga yang digelar PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) di Taman Sari, Banda Aceh, Minggu 18 Maret 2012.

Bentuk kue bungong kaye umumnya memang berbentuk bunga. Ada juga yang membuat variasi dalam bentuk lain seperti daun.

Bungong kaye sangat minimalis, baik dari bahan baku, rasa, maupun warnanya. Selain telur, bahan dasar kue ini berasal dari tepung ketan. Uniknya untuk mengaduk adonan tidak memakai air atau pun santan, tetapi hanya memanfaatkan kuning telur yang sudah dikocok.

Setelah tepung dicampur dengan telur, adonan diaduk sampai kalis. Setelah itu adonan tinggal dibentuk sesuai selera. Adonan yang sudah dibentuk ini kemudian digoreng sampai matang lalu ditiriskan. Gula pasir direbus sampai kental, kemudian kue dicelupkan ke dalam air gula dan dikeringkan. Si putih minimalis pun siap dihidangkan.[]

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda