Jumat, 20 Desember 2013

Kesenjangan


Catatan ini ditulis karena ter inspirasi dari status facebook salah seorang teman yang menuliskan “ Lucu ketika ada banjir di wilayah barat selatan para politisi ( DPRA dan Pemerintah ) Selooo saja, tapi coba banjir di wilayah Brahdeh Roe Ie kupi manteng gabuk”. ( Lucu disaat musibah banjir melanda wilayah pantai barat selatan legislatif dan eksekutif tidak ada reaksi apa-apa, bila banjir terjadi wilayah timur, tumpah air kopi saja sibuk ).



Status ini ditulis pada saat musibah banjir melanda wilayah Nagan Raya dan Aceh Selatan, yang sering disebut Barat Selatan, sikap ini dapatlah kita pastikan sebagai kata sindiran oleh masyarakat pantai barat selatan terhadap pantai timur aceh yang notabene jauh lebih maju ketimbang wilayah pantai barat selatan aceh.

Sikap pemerintah yang tidak responsif terhadap masalah-masalah yang muncul diwilayah barat selatan aceh, yang melahirkan kecemburuan social, hal ini dapat saja memperparah isu pemekaran yang pernah di gulirkan sebagian masyarakat selama ini, secara tidak segaja pemerintah aceh juga telah memberi dukungan terhadap pemekaran itu.



Ketimpangan ini sangat membuka ruang terhadap wacana pemekaran provinsi aceh baru yang meliputi aceh barat selatan dan aceh loser antara, selayaknya pemerintah aceh dengan segera menyikapi persoalan ini dengan resposif dengan resolusi positif mencari jalan keluar demi terjaga keutuhan provinsi aceh.



Serta menjaga persatuan dan kesatuan aceh dimasa yang akan datang, membangun aceh di bawah pemerintahan Republik Indonesia, serta tetap mempertahankan suasana damai yang telah lahir. Aceh yang telah memperoleh kedamain ini tidak perlu terpancing dengan isu-isu murahan yang dapat menyeret aceh kepada konflik masa lalu.[ ]

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda