Jumat, 13 Desember 2013

Dilema



Di malam-malam yang resah...
Malam-malam yang terasa lebih panjang....
Karena helaan nafas yang tertahan... 

Hati ini kembali tercabik oleh rasa bimbang yang berlebihan, perasaan itu kembali mengebuk hati, tampa ampun sedikitpun, badan  terlanjur lelah menghadapi teka-teki, dengan drama yang tidak pernah aku pahami,
Selain memilih Berdoa...doa.. doa..dan.. doa.. Disetiap aliran waktu, agar rasa cinta itu senantiasa jatuh kepada orang yang tepat, yang dapat menerima apa adanya, tentu yang mampu membimbing , selalu berada dijalannya, jalan yang diridhai tuhan ku. 

Meski begitu, perasaan itu tetap saja tidak mampu memisahkan mana cinta hakiki, mana cinta yang dirasuki nafsu birahi, tidak mampu menjelaskannya, yang jelas perasaan itu telah hadir dalam diri, rasa cinta yang terkadang membawa kesengsaraan, sungguh sesuatu yang tidak diterima oleh akal. 

Rasa cinta yang tidak mampu diurai dengan ungkapa, karena lidah terlanjur kaku untuk menjelaskan tentang rasa yang mengangga, sungguh tidak mampu, karena hati masih sangat ragu dengan perasaan itu.

Rasa cinta pada seseorang, lalu dibaringi oleh seseorang yang selalu mengajak pada jalan tuhan, Namun perasaan ini tidak pernah untuknya, namun ia selalu menunggu kehadiran, menjadi imam disetiap sholatnya, Cerita silam tentang hati yang dibayagi dua perempuan, karena  aku tidak ingin cinta ini jatuh ke Jurang.... 

Banda Aceh 19 Januari 2013

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda