Jumat, 01 Maret 2013

Persiapan Matang Untuk Pembangunan Aceh







Banda aceh – infrastruktur merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, mengurangi biaya transaksi dan biaya perdangangan yang dapat meningkatkan daya saing dengan konektivitas dan integrasi antar wilayah. Jalan sebagai koridor konektivitas dan intrasi wilayah perlu yang perlu mendapatkan perhatian khusus.






Dana otonomi khusu yang di terima oleh pemerintah aceh sewajarnya digunakan sebagai daya ungkit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi aceh secara menyeluruh, Memahami besaran dan komposisi, alokasi dan menilai efesiensi dan efektivitas pengeluaran publik sektor infrastruktur menjadi penting.






Walau penting tidak hanya menproritaskan dana yang besar, hingga lupa melakukan perbandingan dasar untuk memahami efensiensi dan efektifitas pembangunan dana otonomi khusus oleh pemerintah aceh.






Hal itulah yang diungkapkan di ungkap Peneliti Public Expenditure Analysis and Capacity Strengthening Program (PECAPP), Teuku Triansyah Putra dalam diskusi publik di 1 in 3 Kafee banda aceh, kebutuhan infrastruktur aceh selama ini sudah memadai dapat dikatakan cukup hingga pengalokasikan anggaran untuk infrastruktur jalan, pemamfaatan dana otsus sudah saatnya pemerintah memfokuskan pada perawatan dan pemeliharaan.






Bila dibandingkan dengan sumatra utara dan berbagai provinsi lainya, kondisi infrastruktur aceh tergolong yang terbaik untuk saat ini, "Namun belanja infrastruktur meningkat hampir 40 persen pada tahun 2013, dan Dinas Bina Marga serta Dinas Cipta Karya mendapatkan alokasi terbesar yakni 73 persen dari total belanja infrastruktur.”




Sementara itu, dengan porsi anggaran pembangunan infrastruktur yang relatif besar, namun alokasi belanja untuk perawatan dan pemeliharaan jalan sangat kecil, dan bahkan jauh dibawah angka rata-rata nasional. "Prosentase pemeliharaan jalan hanya 9 persen.






Untuk kedepan perlu ditekankan bahwa kebutuhan terhadap perencanaan pembangunan jalan yang terintegrasi dengan menggunakan indikator tertentu seperti potensi pertumbuhan ekonomi, kepadatan populasi serta cakupan wilayah seharusnya menjadi semakin penting, melihat besaran jumlah alokasi infrastuktur yang dikucurkan pada masa mendatang. Tanpa perencanaan yang matang, dapat dipastikan pembangunan jalan tidak akan menghasilkan daya ledak yang besar terhadap pembangunan Aceh.


Untuk perkembangan ekonomi Aceh ke depan, dibutuhkan suatu jalan yang bisa meningkatkan aksesibilitas dan konektifitas yang cepat dan efektif menuju pusat-pusat distribusi (pelabuhan). Misalnya jalan dari Blangkejeren (Gayo Lues) ke Peurelak (Aceh Timur), akan membantu akses hasil perkebunan ke Pelabuhan Langsa. Untuk pertumbuhan ekonomi Aceh ke depan meningkat.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda