Selasa, 28 Agustus 2012

Perbedaan, Bukan Untuk Perpecahan

Sekelumit persoalan telah menghiasi pemilukada Nagan Raya, perlemparan dan penembakan yang tak perlu terjadipun ikut hadir memperkeruh suasana pesta rakyat itu, bila kita mau melihat kebelakang, jauh sebelum pilkada terlaksana kita sudah sepakat untuk tidak berlaku curang dalam pilkada, Perbedaan pendapat dan kepentingan politik bukanlah hal baru dalam tatanan demokrasi, kadang bisa memicu kekisruhan dan berkembang menjadi kekerasan berdarah, keadaan ini paling sering tercipta sebagai akibat klem klem sempit kelompok tertentu terhadap kelompok lain sehingga membentuk segretasi antar kelompok dalam masyarakat. Tentu kondisi ini telah mengobrak-abrik nilai-nilai persaudaraan sosial dalam masayarakat. Padahal, sesungguhnya esensi politik bukanlah memprovokasi atau menghancurkan keakraban masyarakat melainkan membangun ke arah yang lebih baik. Resistensi politik pada setiap kesempatan memang selalu ada. Tapi tidak untuk dilanggengkan hingga menggerogoti kaedah – kaedah persaudaraan, Karena nilai persaudaraan tentu lebih utama dari kepentingan pribadi. Alasan ini juga diperkuat oleh filosofis politi yang diajarkan Plato bahwa “ Politi cara untuk menciptakan kebaikan dalam komunitas bernegara” demikianpula dalam perkembangan berikutnya diketika muncul teori demokrasi yang mengakhiri praktek kekuasaan monarki, berangkat dari teori kontrak sosial antara rakyat dengan para pemimpin, kedua ajaran tersebut sama sekali tidak membenarkan adanya kecurangan sebagai dasar membangun kekuasaan, lalu kenapa dengan begitu anggkuh dan sombongnya kita, hingga rela memutuskan tali silaturahmi dalam sebuah konspirasi politik.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda