Selasa, 28 Agustus 2012

Menuju Pemerintah Warabbur Ghafur

Masih belum lekang dalam ingatan, dikomplek perkarangan Mesjid Agung yang kita bangakan itu para putra terbaik, calon pemimpin Nagan Raya telah berikral untuk saling menghormati antara sesama peserta pilkada dengan tidak mengintimidasi, memprovokasi, atau melakukan tindakan yang menciderai persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, dan yang terpenting dalam aksi tersebut adalah para kandidat turut membubuhkan tanda tangan sebagai ungkapan siap menang siap pula menerima kekalahan dalam pilkada. Kekalahan dan kemenangan merupakan suatu yang mesti ada dalam sebuah kompetisi namun kekalahan mesti disikapi dengan bijak, menerimanya dengan iklas dan lapang dada, ini era pemilihan langsung, rakyatlah yeng telah menentukan pilihannya. Begitu juga bagi kelompok yang memenagi pilkada tidak terlalu eforia dalam menyambut kemenangan ini, karena tugas pemimpin terpilih adalah membangun kembali persatuan dan kesatuan dalam masyarakat, begitu katab Dr zaini abdullah pada saat pelantikan bupati benermeriah yang di kutip dari harian serambi indonesia edisi kamis 12 juli 2012, dimana gubernur mengingatkan para bupati dan wakil bupati agar selalu membawa jarum dan benang, “ di tanggan saudara jangan pernah ada gunting yang di gunakan untuk memotong dan mengoyak – goyak persatuan dan kebersamaan masyarakat, akan tetapi selalu membawa jarum dan benang untuk merajut kembali sesuatu yang telah koyak. Sebagai pemimpin terpilih, di atas pundak mereka terletak beban pembangunan yang cukup berat termasuk membangun kembali persatuan dan kesatuan yang telah hancur dalam kehidupan masyarakat sehingga membutuhkan dukungan dari semua pihak demi terwujutnya negeri baldatul tauibatul warrabbul ghafur. Untuk membangun tatanan baru yang demokratis dalam masyarakat, bagi pihak yang memenagi pilkada perlu menjauhi sifat Eforia karena eforia tidak akan mengantarkan kita lebih cepat ke alam demokrasi, kecuali kita secara sungguh-sungguh menata diri dengan mengedepankan rasionalitas dan etika, serta bersedia menanggalkan kepentingan sesaat dalam sekala pribadi maupun kelompok. Tidak lama lagi, hanya menghitung hari telah menunggu hari raya idul fitri dimana heri besar islam tempat kita saling maaf memaafkan satu sama lain, mari kita rajut kembali persaudaraan, tanam dalam – dalam kebencian yang ada, satukan tekat demi kemajuan kabupaten nagan raya kedepan menuju masyarakat makmur. Pendidikan politik dalam masyarakat menjadi penting agar dikangan mereka tumbuh dorongan emosional positif untuk mempercepat tumbuhnya iklim politik yang demokratis, terbangunnya pemerintahan yang capable, transparan, dan memiliki akuntabilitas public. Membangun pendidikan politik yang sehat dalam masyarakat merupakan salah satu pintu gerbang pemerintahan yang bersih, berwibawa dan bertanggungjawab (Good Governance). dan pemerintahan yang governance adalah syarat menuju pembangunan bagi Nagan Raya yang benar dan berpihak kepada rakyat Pilkada damai.. kebenaran atau hanya sekedar wajah yang coba ingin di tampilkan dengan tujuan meraih simpatisan masyarakat untuk memilihnya, sebenarnya masyarkat bulanlah topeng yang masyarkata ingin dan harakan, namun sebuah hati yang tulus dan iklas untuk melayani masyarakat dan membela nasib mereka. Pendidikan politik atau sosialisai progam serta visi misi calon kandidat hendak nya jangan dilakukan dengan cara – cara kotor. Masyarakat bodoh munkin senag saja jika di suap dengan jumlah uang atau sebagian masyarakat memang mengiginkan demikian namun apakan janji bisa di bayar hanya dengan lembaran kertas biru atau merah ..? Ada hal yang lebih besar dari pada mendapat lembaran biri atau merah yang tidak jelas dari mana asal nya, ada program yang harus mereka jalankan buktikan. Masyarakat seharusnya memilih berdasarkan kematangan perhitugan dan kematangan pemikiran tentang calon yang dipilihnya bukan karena mendapat sejumlah lembaran biru atau merah. Pendidikan politik hendaknya dilakukan secara profesional dan fair, tidak hanya menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pihak lainya, bila nagan ingin maju maka majulah dengan cara – cara yang baik, sosialisasi dengan membuat masyarakat pahan dan benar – benar mengerti bukan hanya sekedar menampilkan topeng kedamaian.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda