Kamis, 16 Februari 2012


@  Catatan  Silam  @





Enam puluh delapan hari aku menunggu jawaban dari nya, desember di penghujunng tahun dua ribu sebelas hari kedua aku mendekati dan mengutarakan perasaan cinta ini ke dia,benih cinta telah ku kutaburi tentu aku berharap akan kau sirami dengan air cinta suci dari mu, agar ia tumbuh di hari kelak nanti dan sambut hangat cinta ku ini, aku tau kau  pasti masih ragu dengan semua itu, karna kau  belum terlalu kenal dengan kepribadian ku,aku maklumi keraguan mu, karna itu aku tidak terlalu menuntuk dengan jawaban secepat itu dari mu, kenalilah diriku lebih dulu, pesan ku padanya disaat itu,selama itu ku jalani hari - hari ku dengan penantian, sampai ia siap untuk menberi ku titik terang, ku jalani dengan penuh sabar, penantian sudah menjelang sebulan, sebuah jawaban tak kunjung datang, walau  diri kami tak pernah luput dari sms san.

Senin malam, di bulan  februar bertepatan dengan tanggal enam, menjelang jam dua belas malam, pada tahun dua ribu dua belas silam, lewat telphon  gengam, kami berikral untuk saling menjaga hati,  seberkas janji kesetiaan, kami ikat dengan tali cinta yang kami miliki, perasaan senang kembali mehiasi hari – hari kini, terimakasih kau telah mempercayakan benih cinta yang ku tawarkan, rinduku yang sudah sekian lama kini telah terobati, sekarang aku mau melupakan kejadian.

Di penghujung dua ribu sebelas detik detik pergantian tahun, warga menyesaki bundaran simpang lima banda aceh menikmati panorama malam  yang di hiasi percikan kembang api, sorak gembira pun pecah bersamaan dengan dentuman mercon menebaki langit – lagit kota banda aceh, bersama teman aku larut dalam suasana malam yang di penuhi asab tabal petasan, pada saat itulah hp ku bergetar sebentar, ku dapati sebuah pesan masuk, ku buka message tersebut, assalamualaikum, wr..wb.. selamat tahun baru bang ya…!
            Bang …! Adek gomong langsung aja ya.. adek itu untuk saat ini belum siap untuk cari pendamping yang baru bang. Adek trauma dengan masa lalu, saat ini adek lagi gak mau pacaran aja, kalau memang nanti adek sudah siap, adek pinginya kita merit aja, jadi buat abang bukanya adek tidak menhargai perasaan abang ke adek, tapi adek maunya abang juga kenali adek lebih dulu, adek tidak ingin kencewa untuk kesekian kalinya, adek ingin sekali mengisi tahun baru ini dengan penuh senyuman, yaa.. tidak mau bersedih lagi, apalagi karna perkara cinta, kalau di bilang suka.. hati adek juga pernah bergetar ketika pertama sekali melihat abang, tapi untuk saat ini adek sudah gak tau lagi bang, adek masih belum siap bang, adek takut bang, maafin adek yang bang, wassalam.

Ini hanyalah cerita kelam yang di alami seorang insan, di malam perkantian tahun, hampa terasa, ketika itu, pupus sudah semua harapan, berharap ada balasan kasih dan sayang dari nya ternyata hanya cerita kelam nya yang ku dapatkan. Pedih semakin perih terasa,  tak mengapa bila kau belum mengerti juga, aku akan barusaha menyakikan mu kembali, sampai kau percaya tekatku, dan kini cinta mu telah ku miliki,ku temukan kekuatan disisi mu, kini kau hadir ubah segalanya,Terimakasih cinta ku.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda