Senin, 21 April 2014

“ Rindu Legam”




Entah sedang berdendang
sayup-sayup terdengar membawa irama gendang
Menukik dalam desau alir angin malam
Mata menakar langit legam, tampa bintang

Dimanakah letak sang rembulan
Ah.. Kelam, kenapa kau tidak sertakan rembulan
Ataukah kau sudah sedemikian berani
Menapak dalam sunyi tampa secercah penerang

Oh rembulan
Kenapa,? Kenapa masih saja bersembunyi dibalik awan
Bukankah kau juga tampak buram tampa malam
Kenapa kau biarkan cerita rindu meruncing pada malu

Tidak,!
Tidak perlu bermalu dalam rindu
Karena kau bukan benalu
Tampa bintang, tiada bulan, hanya membuat malam hambar
Bergandeng lah, menarilah mengikuti irama gendang rindu mengebu

Agar cerita pungguk tidak terulang
Ah.. Apalah arti semua itu
Kita hanya dipertemukan. dalam diam. dalam hening,
Di antara dinginnya malam dan senyum sumbang
Ah aku tahu kita ini pemalu
Bukan benalu.

2 Komentar:

Pada 6 Maret 2015 05.19 , Blogger Odi Wayuna mengatakan...

Bagus bagus bang, saya suka puisinya

 
Pada 7 Maret 2015 00.47 , Blogger Teuku Hendra Keumala mengatakan...

Ha ha haaaa, odi terimasih bayak sudah berkunjung ke blog keumala cet langet..!

 

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda