Rabu, 10 Oktober 2012

“ Peluh Rindu ”



Peluh rindu menggelegar meronta ronta dari dalam hati
Meraung bergulung dalam senyap remang malam
Jatuh bergedebam di atas paras laku mu….

Lilitan sutra membungkus kepala menutup rapi rambut indah nan wangi
Sang rembulan pun ikut iri dengan kecantikan itu

Rasionalitas diripun kian terbang melayang tak dapat bekerja seperti sedia kala
Tanggan melambai ingin meranggut, menarik, meletakkanya berdampingan di sisi
Sebagai penawar, penepis bintik lara dalam hati

Angan itu terus membawa, mengarungi cakrawala, ingin menepi pada bongkahan hati mu
Namun itu hanya bualan, mimpi yang menjanjikan jutaan pesona keindahan
Lalu terpasung, oleh jarak di antara malam dan siang, yang tidak pernah akan menyatu
Aku rindu..

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda